Foto diambil dari kantor polisi Zhongli.
Sebanyak 187 aparat kepolisian dikerahkan dalam pemeriksaan dan razia di tempat-tempat berkumpulnya pekerja migran,seperti tempat usaha hiburan khusus, dan jalan-jalan penghubung utama di Distrik Zhongli, Taoyuan pada Jumat 17 April dan Sabtu 18 April, sebagai bagian dari sebuah operasi khusus, ujar pihak kepolisian.
Seperti yang dilansir dari CNA, Fokus Taiwan Indonesia, pemeriksaan dalam dua hari yang dijalankan oleh berbagai unit ini direncanakan digelar di lebih dari 30 titik pemeriksaan, serta diperkuat dengan beberapa tim patroli dan pos pemeriksaan jalan untuk meningkatkan pengawasan wilayah dan pengecekan mobil.
Pemeriksaan difokuskan pada lokasi-lokasi seperti tempat karaoke, club malam, pusat permainan elektronik, serta bar dan warung makan tempat berkumpulnya pekerja migran, sementara juga ada penindakan terhadap mengemudi dalam keadaan mabuk serta pencegahan berkendara secara berbahaya, kata kepolisian.
Penertiban ini menjadi bagian dari sebuah operasi khusus yang berlangsung sejak 12 April hingga Sabtu, dengan fokus pada penindakan di titik-titik rawan kriminal dan aktivitas ilegal di wilayah tersebut.
Pihak kepolisian berhasil menangkap 93 tersangka terkait 100 kasus kriminal, termasuk 36 penipuan, 18 narkotika, sebelas membahayakan keselamatan publik, serta enam pencurian, di antara yang lainnya, kata kepolisian. Pihak berwenang juga berhasil menangkap 27 buronan.
Di antaranya, seorang wanita berusia 42 tahun yang datang ke Taiwan pada 19 Februari 2025 dengan visa turis ditangkap karena telah melewati izin tinggalnya yang berakhir pada 5 Maret di tahun itu, usai ditemukan sempat bersembunyi di toilet dalam pemeriksaan di sebuah restoran pekerja migran, kata kepolisian.








