2023-02-10

Kecelakaan Kerja, Pekerja Berhak Mendapat Uang Kompensasi

Layanan aduan 1955 menyebut kalau masa pemulihan akibat kecelakaan kerja tidak menghapus pembayaran uang kompensasi bagi pekerja. Hal ini disampaikan oleh Layanan aduan 1955 melalui laman Facebook-nya belum lama ini.

"Masa pemulihan akibat kecelakaan kerja, majikan wajib membayar uang kompensasi berupa gaji yang disepakati pada hari pembayaran gaji," demikian sebut 1955.

Hal ini menjawab permasalahan yang diadukan oleh seorang Pekerja Migran Asing di Taiwan. Kepada layanan aduan 1955, PMA itu menyebut bahwa majikannya bilang masih perlu mengklarifikasi apakah cedera yang dialami oleh si pekerja termasuk kecelakaan kerja atau bukan. Selama proses pemulihan, majikan enggan membayar hak kompensasi karyawan tersebut.

"Harus menunggu setelah perselisihan diselesaikan, baru membayar gaji, benarkah demikian?," ucap si penanya.

Menanggapi ini, Layanan Aduan 1955 menegaskan bahwa Berdasarakan UU Ketenagakerjaan, kewajiban majikan dalam santunan kecelakaan kerja adalah tanggung jawab mutlak. Dengan begitu uang kompensasi jadi kewajiban majikan.

"Ketika ada pekerja mengalami musibah kecelakaan kerja, maka majikan tetap harus memberi uang kompensasi berupa gaji yang disepakati pada hari pembayaran gaji," ucap layanan itu.

Selain itu, patut diingat juga bahwa penyediaan alat keselamatan kerja adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh majikan. Merujuk pada peraturan keselamatan dan fasilitas kesehatan kerja, majikan wajib memberikan peralatan pelindung diri yang berkaitan dengan pekerjaan.

"Dengan biaya dibebankan pada biaya modal tenaga kerja," demikian 1955 menegaskan.

Dengan begitu perusahaan tidak boleh meminta tenaga kerja untuk menanggunggnya.

Selain itu, yang harus diperhatikan pekerja juga harus memastikan bahwa perusahaan membayar berbagai asuransi keselamatan tenaga kerja yang diatur dan wajib secara hukum. Seperti di antaranya biaya asuransi kesehatan, asuransi ketenagakerjaan, dan termasuk dana kesejahteraan lainnya.

"Majikan wajib memberikan gaji secara penuh dan tidak boleh memotong uang gaji tanpa izin," demikian 1955 menyatakan.

Untuk itu, jika majikan mengatakan demi keselamatan pekerja, maka majikan akan membantu pekerja menyiapkan peralatan pelindung diri tetapi membebankannya biaya pengadaannya pada pekerja baik dengan cara membayar lunas, mengangsur, atau dipotong lewat gaji, maka hal itu menyalahi aturan pekerjaan di Taiwan. Walaupun majikan berdalih, pekerja harus membeli sendiri, karena penggunaannya untuk kebutuhan pribadi pekerja, hal itu tetap tidak bisa dibenarkan.

"Tentu saja tidak boleh, merujuk pada aturan," jelas 1955.

Ayuk belanja kebutuhan sehari-hari Anda di Indosuara!

Lihat Lebih Banyak

85NT

SKIN CARE 保養品

170NT

MAKE UP KOSMETIK 化妝品SKIN CARE 保養品

170NT

MAKE UP KOSMETIK 化妝品SKIN CARE 保養品

120NT

MAKE UP KOSMETIK 化妝品SKIN CARE 保養品

Berita Terbaru Lainnya

KDEI Resmikan pembayaran paspor lewat seluruh Mini Market di Taiwan

Foto-foto dokumentasi Indosuara dan CNA. Dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari perusahaan, organisasi kemasyarakatan, serta diaspora Indonesia di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei meresmikan Sistem Pembayaran Digital Paspor KDEI melalui pembayaran paspor dari minimarket di ...

PMI Taipei Dobel Job, Jaga Ama dan Kerja Jadi Petani

Sumber Foto diambil dari CNA. Lia (nama samaran datang ke Taiwan sejak bulan Juni 2025 dengan kontrak kerja sebagai perawat orang tua. Namun, selama 7 bulan bekerja, selain menjaga nenek, ia juga dipekerjakan di kebun. Seperti yang dilansir dari CNA, Lia mengatakan, ia bekerja di Muzha, Taipei. ...

MOL Ungkap Hambatan Bahasa Jadi Tantangan Utama Majikan dan PMA

Foto diambil dari CNA. Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL) melalukan survei tentang pekerja migran pada tahun 2025, yang menunjukkan kenaikan gaji baik untuk pekerja maupun perawat, namun hambatan bahasa tetap menjadi tantangan utama yang dihadapi para pemberi kerja atau majikan. Seperti yang di...