Para perempuan mengaplikasikan pola lilin membatik di Kabupaten Hualien pada hari Selasa. Foto diambil dari Kantor Imigrasi Nasional, 21 April 2026.
Kantor Imigrasi Nasional, Bidang Layanan Hualien, menyelenggarakan kelas pewarnaan batik tradisional pada hari Selasa 21 April untuk memperingati hari ulang tahun pelopor hak-hak perempuan Indonesia, Raden Ajeng Kartini.
Seperti yang dilansir dari CNA, Focus Taiwan, pada acara tersebut, Rovina Wiana, seorang warga negara Indonesia yang telah tinggal di Kabupaten Hualien, Taiwan timur selama 25 tahun, memimpin para peserta membatik secara langsung, membimbing mereka melalui proses dari menggambar desain dan mengoleskan lilin hingga mewarnai kain.
Di sana, ia juga berbagi latar belakang budaya Hari Kartini dan memperkenalkan tradisi batik Indonesia, yang memiliki sejarah panjang dan terdaftar dalam daftar warisan budaya tak benda UNESCO pada tahun 2009.
Para pejabat kantor layanan Hualien memuji perempuan imigran dan pekerja migran di Taiwan atas kontribusi signifikan mereka kepada masyarakat.
Mereka mengatakan acara tersebut memungkinkan para peserta untuk merasakan batik tradisional, memperdalam pemahaman lintas budaya, dan mengungkapkan apresiasi kepada perempuan imigran dan pekerja migran, dengan tujuan untuk mendorong masyarakat yang lebih inklusif.








