2022-07-08

Taiwan Setuju Kenaikan Gaji TKA CARE GIVER Dari 17,000 Menjadi 20,000 NTD

Foto diambil dari : Focus Taiwan

Kementerian Tenaga Kerja (MOL) Taiwan mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka akan segera memperkenalkan kenaikan upah minimum untuk pengasuh migran swasta berbasis rumahan dan pembantu rumah tangga, berdasarkan rekomendasi dari komite manajemen dana keamanan kerja.

Pada pertemuan sebelumnya, komite setuju untuk merekomendasikan kenaikan dari upah minimum bulanan saat ini sebesar NT$17.000 menjadi setidaknya NT$20.000 untuk kategori pekerja migran tersebut, kata MOL dalam sebuah pernyataan.

Dalam rekomendasinya, komite tersebut mengatakan citra internasional Taiwan dinodai oleh gaji yang rendah dan bahwa pemerintah dapat memberikan subsidi kepada majikan yang kurang beruntung secara ekonomi untuk membantu mereka membayar pengasuh migran swasta dan pembantu rumah tangga, kata MOL.

Kenaikan upah minimum untuk kategori pekerja migran tersebut juga sedang diusulkan sehubungan dengan kenaikan upah minimum bulanan Taiwan awal tahun ini menjadi NT$25.250.

Tidak seperti pekerja migran yang bekerja di sektor industri, pengasuh migran swasta berbasis rumahan dan pembantu rumah tangga tidak tercakup oleh Undang-Undang Standar Tenaga Kerja Taiwan, yang membuat upah minimum mereka tertahan di NT$17.000 selama tujuh tahun terakhir, kata kementerian.

Akibatnya, beberapa pengasuh dan pembantu rumah tangga telah mencari transfer pekerjaan untuk mendapatkan lebih banyak uang, yang juga berdampak buruk pada majikan Taiwan mereka, kata kementerian.

Selama bertahun-tahun, pejabat tenaga kerja dari negara asal pengasuh migran dan pembantu rumah tangga telah menyerukan kenaikan upah, seperti halnya kelompok hak migran dan pengawas utama pemerintah Taiwan, MOL mencatat.

Dikatakan juga bahwa karena protokol pencegahan COVID-19, jumlah pekerja migran yang diizinkan masuk ke Taiwan telah berkurang.

Mengingat semua faktor itu, "perlu untuk menyesuaikan upah pengasuh migran secara wajar," kata kementerian, beberapa jam setelah Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa Taiwan telah setuju untuk menaikkan gaji itu kategori pekerja migran Indonesia, dari NT$17.000 hingga NT$20.000.

"Keputusan Taiwan ini tentu merupakan keputusan bersejarah bagi negara kita," kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam konferensi pers, menurut kantor berita Indonesia Antara.

Kesepakatan kenaikan upah dicapai melalui diplomasi Indonesia yang berhasil, setelah beberapa putaran negosiasi antara pejabat Taiwan, Kementerian Tenaga Kerja Indonesia, dan BP2MI, demikian dikutip Antara.

"Namun ini bukan kemenangan bagi BP2MI atau Benny Rhamdani," katanya kemudian dalam sebuah pernyataan. "Ini adalah kemenangan bagi merah putih (warna bendera Indonesia), Indonesia, dan pekerja migran Indonesia."

Menurut BP2MI, ada 15.419 pekerja migran yang siaga di Indonesia, menunggu keberangkatan ke Taiwan untuk pekerjaan penjaga dan pembantu rumah tangga potensial ketika protokol COVID-19 memungkinkan.

Pada akhir Juni, pejabat tenaga kerja Taiwan dan Indonesia mengadakan satu putaran pertemuan, di mana pihak Indonesia sangat menganjurkan kenaikan upah bagi pengasuh migran dan pembantu rumah tangga di Taiwan.

Negara-negara lain, termasuk Filipina, juga telah berdiskusi dengan Taiwan tentang perbedaan upah minimum pekerja rumah tangga dibandingkan dengan pekerja pabrik dan telah menyarankan untuk menaikkan gaji penjaga migran swasta berbasis rumahan dan pembantu rumah tangga.

Di Taiwan, ada sekitar 202.616 pekerja migran yang dipekerjakan sebagai pengasuh swasta di rumah, dan 1.441 sebagai pembantu rumah tangga, menurut statistik MOL pada akhir Mei.

Ayuk belanja kebutuhan sehari-hari Anda di Indosuara!

Lihat Lebih Banyak

110NT

SKIN CARE 保養品

110NT

SKIN CARE 保養品

110NT

SKIN CARE 保養品

100NT

PARFUM 香水SKIN CARE 保養品

Berita Terbaru Lainnya

KDEI Resmikan pembayaran paspor lewat seluruh Mini Market di Taiwan

Foto-foto dokumentasi Indosuara dan CNA. Dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari perusahaan, organisasi kemasyarakatan, serta diaspora Indonesia di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei meresmikan Sistem Pembayaran Digital Paspor KDEI melalui pembayaran paspor dari minimarket di ...

PMI Taipei Dobel Job, Jaga Ama dan Kerja Jadi Petani

Sumber Foto diambil dari CNA. Lia (nama samaran datang ke Taiwan sejak bulan Juni 2025 dengan kontrak kerja sebagai perawat orang tua. Namun, selama 7 bulan bekerja, selain menjaga nenek, ia juga dipekerjakan di kebun. Seperti yang dilansir dari CNA, Lia mengatakan, ia bekerja di Muzha, Taipei. ...

MOL Ungkap Hambatan Bahasa Jadi Tantangan Utama Majikan dan PMA

Foto diambil dari CNA. Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL) melalukan survei tentang pekerja migran pada tahun 2025, yang menunjukkan kenaikan gaji baik untuk pekerja maupun perawat, namun hambatan bahasa tetap menjadi tantangan utama yang dihadapi para pemberi kerja atau majikan. Seperti yang di...