2025-08-01

Seorang Pria Bunuh Mantan Kekasih Parkiran Bawah Tanah Taipei

Foto diambil dari otoritas setempat.

Pria bermarga Liu (劉) (21) akan diserahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Taipei untuk penyidikan atas dugaan pembunuhan dan pelanggaran Undang-Undang Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, kata kepolisian dalam konferensi pers.

Seperti yang dilansir dari CNA, seorang pria ditangkap pada Kamis (31/7) pagi atas dugaan membunuh mantan kekasihnya di tempat parkir bawah tanah sebuah pusat perbelanjaan di Distrik Xinyi, Taipei pada malam sebelumnya, menurut kepolisian.

Menurut rekaman kamera pengawas, pada Rabu malam, Liu bersembunyi di tempat parkir di Jalan Songshou dan menunggu korban, seorang wanita bermarga Ku (谷) (27). Ketika korban tiba, keduanya terlibat pertengkaran, setelah itu Liu menyeretnya ke tangga darurat yang tidak terjangkau kamera keamanan, kata kepolisian.

Ia kemudian menggunakan pisau lipat untuk menyerang Ku, menyebabkan sekitar sepuluh luka di leher dan perut korban. Setelah penyerangan, Liu mengembalikan mobil sewaan dan mengendarai sepeda motornya ke rumah kakeknya di Kabupaten Yilan, membuang senjata pembunuhan di perjalanan, kata kepolisian.

Kepolisian melacaknya menggunakan rekaman kamera pengawas dan menangkapnya sekitar pukul 1 dini hari Kamis. Menurut kepolisian, Liu mengaku membunuh Ku setelah penangkapannya.

Ku ditemukan orang yang lewat yang melaporkan ke polisi sekitar pukul 8.46 malam itu, namun upaya untuk menyelamatkannya gagal. Menurut penyidikan, Liu dan Ku adalah rekan kerja di sebuah klub malam dan pasangan yang tinggal bersama. Ku telah mengajukan perintah penahanan terhadap Liu pada 15 Mei, yang dikeluarkan pada 28 Juli.

Departemen Kesejahteraan Sosial Kota Taipei mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya telah secara aktif membantu Ku untuk mendapatkan perintah penahanan pada Mei dan mendiskusikan rencana keselamatan dengannya.

Departemen tersebut mengatakan kini akan secara proaktif menghubungi keluarga Ku dan membantu dengan konsultasi hukum serta urusan pemakaman. Juga pada Kamis, Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Lin Ching-yi (林靜儀) mengatakan kepada media bahwa, selain perintah penahanan, korban kekerasan dalam rumah tangga juga dapat mengajukan permohonan penempatan perlindungan untuk menjauh dari pelaku.

Ia mencatat bahwa penelitian menunjukkan korban sering kali sudah menghadapi bahaya yang meningkat saat mencari bantuan atau mengajukan perintah penahanan.

Ayuk belanja kebutuhan sehari-hari Anda di Indosuara!

Lihat Lebih Banyak

8300NT

3CHANDPHONE

5200NT

3CHANDPHONE

4300NT

3CHANDPHONE

8500NT

3CHANDPHONE

Berita Terbaru Lainnya

KDEI Resmikan pembayaran paspor lewat seluruh Mini Market di Taiwan

Foto-foto dokumentasi Indosuara dan CNA. Dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari perusahaan, organisasi kemasyarakatan, serta diaspora Indonesia di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei meresmikan Sistem Pembayaran Digital Paspor KDEI melalui pembayaran paspor dari minimarket di ...

PMI Taipei Dobel Job, Jaga Ama dan Kerja Jadi Petani

Sumber Foto diambil dari CNA. Lia (nama samaran datang ke Taiwan sejak bulan Juni 2025 dengan kontrak kerja sebagai perawat orang tua. Namun, selama 7 bulan bekerja, selain menjaga nenek, ia juga dipekerjakan di kebun. Seperti yang dilansir dari CNA, Lia mengatakan, ia bekerja di Muzha, Taipei. ...

MOL Ungkap Hambatan Bahasa Jadi Tantangan Utama Majikan dan PMA

Foto diambil dari CNA. Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL) melalukan survei tentang pekerja migran pada tahun 2025, yang menunjukkan kenaikan gaji baik untuk pekerja maupun perawat, namun hambatan bahasa tetap menjadi tantangan utama yang dihadapi para pemberi kerja atau majikan. Seperti yang di...