Foto diambil dari : UDN News
Beberapa hari yang lalu, seorang kakek tua bermarga Mei bertemu dengan seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun yang sedang duduk di kursi bo'ai MRT dari Stasiun Kuil Longshan, dia ingin duduk bersama ibunya dan tidak memberikan tempat duduknya. Tak disangka, saat Mei ingin keluar dari MRT dan melewati kursi Bo Ai, tiba-tiba dia memegang kepala anak laki-laki itu dan menabrakan ke dinding MRT, anak laki-laki itu ketakutan di tempat, dan ibunya marah. Kantor Kejaksaan Distrik Taipei meyakini bahwa kasus ini adalah kejahatan penghinaan publik.
Menurut penyelidikan oleh kejaksaan, Mei berada di MRT Stasiun Kuil Longshan hari itu, dan hendak pergi ke Stasiun Ximen untuk pindah ke Chiang Kai-shek.
Di luar dugaan, saat tiba di Stasiun MRT Chiang Kai-shek Memorial Hall dan hendak turun, saat melewati kursi Bo Ai di sebelah pintu keluar, tiba-tiba dia menjambak rambut bocah itu dan membantingnya ke dinding.
Kemudian, ibu anak laki-laki tersebut memutuskan untuk turun dan memanggil polisi. Polisi dengan cepat mengidentifikasi dia dari rekaman pengawasan di stasiun penjemputan. Jaksa percaya bahwa kekerasan kakek tua tersebut seperti serangan diam-diam, yang sama saja dengan mempermalukan orang seperti tamparan publik, jadi dia dituntut atas penghinaan publik.









