2025-07-18

Sebanyak 18 Orang Dituntut karena Penyelundupan Manusia dari Taiwan ke Kamboja

Foto diambil dari CNA.

Kejaksaan pada Rabu (16/7) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pada Maret, mereka mendapat informasi tentang aktivitas mencurigakan yang melibatkan sebuah kapal perikanan yang terdaftar di Donggang, Pingtung, "Yi Chang Hao" (億錩號), yang dicegat di barat daya Donggang saat diduga membawa sepuluh penumpang tanpa dokumen.

Seperti yang dilansir dari CNA, Kantor Kejaksaan Distrik Pingtung telah menuntut 18 orang, delapan di antaranya karena memfasilitasi penyebrangan perbatasan secara ilegal dan sepuluh karena meninggalkan Taiwan secara ilegal dengan tujuan ke Kamboja, yang melanggar Undang-Undang Imigrasi dan hukum terkait.

Setelah penyidikan, kejaksaan menemukan dugaan sindikat penyelundupan manusia yang dipimpin seorang tersangka bermarga Hsu (許) (43) bersama tujuh orang lainnya, yang mengatur agar sepuluh individu tersebut secara ilegal meninggalkan Taiwan dengan kapal perikanan, diduga dengan tujuan untuk melakukan operasi penipuan di Kamboja.

Di antara sepuluh penumpang tersebut, delapan adalah buronan yang dicari atas pelanggaran berat termasuk perdagangan narkoba, senjata api, dan penipuan berat.

Satu orang sedang dalam larangan bepergian yang dikeluarkan pengadilan karena kasus perdagangan narkoba dan satu lagi adalah warga Tiongkok yang telah masuk ke Taiwan secara ilegal.

Ke-18 orang tersebut telah ditahan tanpa akses komunikasi sesuai perintah pengadilan distrik dan mereka yang telah menerima vonis akan dikirim untuk menjalani hukuman penjara.

Menurut kejaksaan, pemimpin sindikat Hsu dan tersangka lain yang bermarga Wu (吳) (29) mulai mempersiapkan pengangkutan para buronan keluar negeri sejak akhir tahun lalu, mengatur rute perjalanan, transportasi kapal, dan akomodasi.

Setiap orang dikenakan biaya NT$1,5 juta (Rp831,5 juta) untuk transportasi ilegal ke Kamboja, di mana mereka diduga akan bekerja sama dengan kelompok penipuan lokal untuk membayar biaya penyelundupan mereka.

Para tersangka awalnya direncanakan menaiki rakit busa dari pantai, kemudian berpindah ke kapal perikanan untuk menyeberang melewati batas 12 mil laut (22,2 km) Taiwan. Setelah itu, mereka naik Yi Chang Hao untuk perjalanan ke Kamboja. Namun, operasi ini digagalkan ketika kapal tersebut dicegat penjaga pantai Taiwan 137 mil laut dari pantai Donggang.

Setelah penyidikan, kejaksaan memutuskan bahwa Hsu dan enam orang lainnya melanggar Undang-Undang Imigrasi, sementara tersangka lain bermarga Lin (林) dituntut atas menyembunyikan buronan.

Sepuluh individu yang meninggalkan Taiwan secara ilegal dituntut berdasarkan Undang-Undang Imigrasi dan Undang-Undang Keamanan Nasional, dengan warga Tiongkok bermarga Chen (陳) didakwa berdasarkan kedua undang-undang tersebut serta Undang-Undang Hubungan antara Rakyat Wilayah Taiwan dan Wilayah Daratan.

Penuntutan telah meminta hukuman 8 tahun untuk Hsu dan 6 tahun 6 bulan untuk Wu, yang menyediakan kapal perikanan dan membantu perencanaan, menurut pernyataan tersebut.

Ayuk belanja kebutuhan sehari-hari Anda di Indosuara!

Lihat Lebih Banyak

599NT

MAKE UP KOSMETIK 化妝品SKIN CARE 保養品

399NT

SKIN CARE 保養品

249NT

MAKE UP KOSMETIK 化妝品SKIN CARE 保養品SCARLETT

Berita Terbaru Lainnya

KDEI Resmikan pembayaran paspor lewat seluruh Mini Market di Taiwan

Foto-foto dokumentasi Indosuara dan CNA. Dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari perusahaan, organisasi kemasyarakatan, serta diaspora Indonesia di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei meresmikan Sistem Pembayaran Digital Paspor KDEI melalui pembayaran paspor dari minimarket di ...

PMI Taipei Dobel Job, Jaga Ama dan Kerja Jadi Petani

Sumber Foto diambil dari CNA. Lia (nama samaran datang ke Taiwan sejak bulan Juni 2025 dengan kontrak kerja sebagai perawat orang tua. Namun, selama 7 bulan bekerja, selain menjaga nenek, ia juga dipekerjakan di kebun. Seperti yang dilansir dari CNA, Lia mengatakan, ia bekerja di Muzha, Taipei. ...

MOL Ungkap Hambatan Bahasa Jadi Tantangan Utama Majikan dan PMA

Foto diambil dari CNA. Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL) melalukan survei tentang pekerja migran pada tahun 2025, yang menunjukkan kenaikan gaji baik untuk pekerja maupun perawat, namun hambatan bahasa tetap menjadi tantangan utama yang dihadapi para pemberi kerja atau majikan. Seperti yang di...