Foto diambil dari kepolisian.
Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) hari Jumat 3 April menyerang kendaraan kepolisian yang sedang berpatroli di Kaohsiung, diduga karena emosi sebab rindu keluarganya di tanah air, kata pihak berwenang.
Seperti yang dilansir dari CNA, Fokus Taiwan, Kantor Polisi Cianjhen mengatakan kepada media bahwa saat petugas melintas di persimpangan Jalan Zhongping dan Jalan Caoya 2 saat berpatroli pada sekitar pukul 00.00 hari Jumat, seorang pria tiba-tiba menghadang kendaraan patroli. PMI tersebut kehilangan kendali emosi, memukul kap dan jendela, serta menendang pintu mobil.
Petugas segera turun untuk menghentikan tindakan tersebut, tetapi pria itu tidak kooperatif saat diperiksa, dengan terus melakukan perlawanan sehingga kamera tubuh yang dikenakan petugas terlepas, kata kepolisian.
Ia juga mengambil kamera yang jatuh ke tanah itu dan melemparkannya ke arah petugas sebelum berbalik dan melarikan diri.
Petugas melakukan pengejaran dan berhasil mencegatnya sekitar 100 meter dari lokasi, serta berhasil melumpuhkan dan menangkapnya dengan bantuan warga di sekitar, kata kepolisian.
Kepolisian mengatakan bahwa tes di lokasi terhadap pria itu, warga negara Indonesia berusia 39 tahun, tidak menunjukkan adanya minuman alkohol.
Ia mengaku kehilangan kendali atas emosinya dan melakukan tindakan di luar batas karena sangat ingin kembali ke Indonesia untuk menemui keluarganya dan dilanda kerinduan, kata kepolisian.








