Foto diambil dari : Taiwan News
Perwakilan Indonesia untuk Taiwan Budi Santoso pada Rabu (14 September 2022) menyambut lebih banyak bisnis Taiwan untuk membantu perusahaan Indonesia meningkatkan perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan.
Berbicara pada acara perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77, Santoso mengatakan investasi Taiwan di Indonesia telah mencapai sekitar US$1,6 miliar (NT$49,78 miliar) selama lima tahun terakhir di berbagai sektor, termasuk berorientasi ekspor, padat karya, dan industri teknologi tinggi. Perwakilan tersebut mengatakan kepada Taiwan News bahwa ia berharap pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke pulau Kalimantan akan menarik lebih banyak investasi Taiwan di industri teknologi tinggi.
Santoso mengatakan dia menantikan lebih banyak kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral mengingat bahan produksi Indonesia yang melimpah dan keahlian teknologi Taiwan.
Dia mencontohkan ibu kota baru, Nusantara, bersifat simbolis karena letaknya yang lebih sentral. Artinya, pembangunan dapat menyebar ke segala arah, bukan dari satu sisi bangsa ke sisi lainnya.
Perwakilan tersebut mengatakan ada 350.000 warga negara Indonesia yang tinggal di Taiwan, yang merupakan tujuan studi ke luar negeri yang populer bagi pelajar Indonesia. Ada sekitar 16 ribu mahasiswa Indonesia di Taiwan yang mengikuti short course atau program magang, program sarjana, magister, dan doktoral di berbagai perguruan tinggi dan universitas terkemuka, tambahnya.
“Kami optimis kerja sama ekonomi, sosial, dan budaya Indonesia dan Taiwan akan terus tumbuh dan saling menguatkan,” kata Santoso.
Wakil Menteri Luar Negeri Tien Chung-kwang (田中光) mengatakan Taiwan dan Indonesia adalah tetangga dekat di kawasan. Sekitar 2.000 bisnis Taiwan saat ini berinvestasi di negara Asia Tenggara, “menciptakan peluang kerja yang luar biasa bagi masyarakat lokal,” kata Tien.
Taiwan terdaftar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia sebagai salah satu dari empat negara yang direkomendasikan untuk studi luar negeri yang didanai pemerintah, kata menteri.
Tien mengatakan Taiwan menyumbangkan 200 konsentrator oksigen buatan lokal ke fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia selama puncak pandemi. Pada tahun 2021, Taiwan membantu pemulangan 105 pelaut Indonesia yang terdampar di kapal di perairan sekitar Taiwan, “menyoroti kemitraan yang erat antara negara kita,” tambahnya.
Menteri mengatakan perdagangan bilateral naik menjadi US$6,78 miliar pada 2020 dan meningkat lebih dari 60 persen, mencapai US$10,97 miliar pada 2021. Taiwan bekerja sama dengan Indonesia untuk mempromosikan proyek kerja sama di sektor pertanian dan perikanan, katanya.
Indonesia adalah mitra penting dalam Kebijakan Terikat Selatan Taiwan, kata Tien, seraya menambahkan bahwa ia berharap untuk “memanfaatkan keuntungan Taiwan sebaik-baiknya untuk mengembangkan hubungan yang lebih kuat dengan negara-negara Asia Tenggara dan menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang di seluruh kawasan.”
Melihat ke depan, menteri mengatakan Taiwan dan Indonesia akan memperluas hubungan kerja sama mereka untuk tumbuh dan memperdalam pertukaran bilateral lebih lanjut.
Perayaan HUT RI dimeriahkan dengan tarian tradisional dari Bali dan Aceh yang dibawakan oleh mahasiswa Indonesia. Profesor Made Mantle Hood dari Institut Etnomusikologi Universitas Seni Nasional Tainan dan Profesor Ying-fen Wang dari Institut Musikologi Universitas Nasional Taiwan memberikan pengenalan singkat tentang instrumen dan musik yang ditampilkan dalam pertunjukan.
“Tarian merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke Taiwan,” kata Santoso. Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia terakhir adalah pada tahun 2019.









