Foto diambil dari Yayasan Perlindungan Konsumen Taiwan.
Yayasan Perlindungan Konsumen Taiwan pada hari Selasa (6/8) menyatakan bahwa sebanyak 30 sampel daging tuna segar dan kalengan yang dibeli secara acak memenuhi standar maksimum kandungan logam berat, dan dua di antaranya melebihi batas kandungan Nitrogen Basa Volatil (TVB-N).
Ketua Yayasan, Wu Jung-ta (吳榮達), mengatakan kepada wartawan CNA bahwa semua sampel memenuhi peraturan terkait pelabelan dan kandungan logam berat.
Namun, dua sampel yang diberi label sebagai sashimi memiliki kandungan TVB-N yang melebihi batas standar (yang seharusnya di bawah 15 mg per 100 gram).
Seperti yang dilansir dari CNA, merujuk pada Undang-Undang Keamanan dan Kesehatan Pangan, pemilik produk tersebut disarankan agar dilakukan perbaikan dalam jangka waktu tertentu, dan jika tidak, maka akan dikenakan denda antara NT$30.000 (Rp14.797.414) hingga NT$3.000.000.
Yayasan tersebut dalam dalam rilisnya juga menyatakan bahwa Komite Perlindungan Konsumen (CPC) Yuan Eksekutif juga melakukan inspeksi terhadap 25 restoran di pelabuhan kawasan wisata, di mana di antara 18 restoran yang menjual sashimi, 6 di antaranya memiliki kandungan TVB-N yang tidak sesuai dengan peraturan.
Jika produk perikanan tidak disimpan dengan baik, bakteri dapat dengan mudah mengubahnya menjadi histamin yang berlebihan, yang dapat menimbulkan masalah keracunan.









