Foto: Taiwan News
Indosuara — Penjaga Pantai Taiwan menggagalkan operasi perdagangan manusia pada pagi hari tanggal 29 Agustus setelah kapal patroli mencegat sebuah perahu motor yang mencoba mengangkut 19 warga negara Vietnam ke Taiwan secara ilegal.
Dikutip dari Taiwan News, saat Topan Saola mendekati titik terdekatnya ke Taiwan, Divisi Patroli ke-8 Penjaga Pantai melihat sebuah kapal tidak terdaftar sekitar 10 mil laut di lepas pantai Kotapraja Fangliao Pingtung. Dua kapal patroli dikerahkan untuk menyelidiki dan menemukan tiga warga negara Taiwan mencoba menyelundupkan 19 warga asing ke Taiwan, lapor UDN.
Warga negara Vietnam tersebut termasuk 14 pria dan lima wanita, yang semuanya dilaporkan berada di kapal yang lebih besar di tengah laut, dan dijemput oleh tiga warga negara Taiwan dengan perahu motor.
Para tersangka berharap menggunakan penutup malam dan peringatan laut Topan Saola untuk menghindari pihak berwenang. Setelah dicegat, kapal ditarik ke Pelabuhan Fangliao sekitar pukul 02.12.
Seluruh tersangka ditangkap karena melanggar undang-undang imigrasi yang relevan. Kasus ini dikirim ke Kantor Kejaksaan Distrik Pingtung, yang akan menyelidiki kelompok atau individu lokal mana yang terlibat dalam mengatur operasi perdagangan orang.
Awal pekan ini, pada tanggal 27 Agustus, Penjaga Pantai Taiwan diberitahu tentang adanya speed boat yang ditinggalkan dan tidak terdaftar di dekat pantai Penghu, yang diduga digunakan sebagai bagian dari operasi perdagangan manusia.









