Foto ilustrasi diambil dari CNA.
Seorang pemilik kapal penangkap ikan Taiwan "You Fu" hari Rabu (7/8) mengatakan bahwa ia menunda pembayaran gaji sepuluh Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapalnya selama 11 hingga 15 bulan karena ia tidak memiliki uang.
Pemilik kapal ikan tersebut, yang bermarga Huang (皇), mengatakan kepada CNA bahwa ia tidak bermaksud untuk tidak membayarkan gaji para ABK secara sengaja, melainkan karena ia tidak memiliki uang.
Kepada CNA Huang menjelaskan bahwa sedari awal memang sudah ada kesepakatan bahwa gaji para ABK tersebut tidak akan dikirimkan setiap bulan, karena ia merasa itu merepotkan.
Oleh karena itu, kata Huang, ia berencana untuk menunggu para ABK sampai ke Taiwan terlebih dahulu, dan baru memberikan gaji mereka setelah hasil tangkapan mereka terjual.
Ia juga menambahkan bahwa ia sudah berencana untuk menyerahkan gaji mereka pada hari Rabu, namun ia tidak dapat menemukan mereka, sehingga ia mengganti perencanaannya ke hari Kamis.
Saat dikonfirmasi oleh CNA, Hsueh Po-yuan (薛博元), Kepala Divisi Tenaga Kerja Perikanan FA, mengatakan bahwa per hari Kamis gaji mereka telah dibayarkan.
Hal ini terjadi setelah FA memerintahkan pemilik kapal tersebut untuk melunasi semua pembayaran gaji kepada para ABK pada hari Jumat, menurut Hsueh.








