Foto: Taiwan News
Indosuara — Rumor mengenai perjanjian buruh dengan India yang mengizinkan 100.000 pekerja migran India masuk ke Taiwan adalah salah, kata Menteri Tenaga Kerja Taiwan Hsu Ming-chun (許銘春) pada Jumat (24 November).
Dikutip dari Taiwan News, Taiwan akan menyelesaikan kesepakatan perburuhan dengan India pada akhir tahun ini, kata Hsu, namun ada informasi palsu yang disebarkan sehingga menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat. Menteri mendesak masyarakat Taiwan untuk tidak terjebak dalam perang kognitif.
Menurut pejabat keamanan nasional Taiwan, ada tiga kategori komentar yang tersisa di halaman Facebook Kementerian Tenaga Kerja (MOL). Hal ini termasuk tuntutan untuk mengungkapkan rincian perjanjian tersebut, penolakan terhadap pekerja India yang diizinkan masuk ke Taiwan, dan penolakan keras terhadap perjanjian tersebut, menurut CNA.
Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa hampir 3.600 akun berkomentar di halaman Facebook MOL, dan hampir 2.000 akun termasuk dalam salah satu kategori ini.
Para pejabat mengatakan akun-akun mencurigakan ini terkadang tidak memiliki teman Facebook lain, tidak memiliki postingan pribadi, atau memiliki interaksi yang rendah dengan profil lain. Mereka meninggalkan jenis komentar yang sama dan diposting pada interval waktu tertentu, menunjukkan potensi akun palsu yang hanya mencari keributan.
Mereka menambahkan bahwa perilaku ini juga diamati di LINE, Twitter, dan Dcard.
Pejabat keamanan nasional menekankan bahwa meskipun MOL telah merespons dengan kemampuan terbaiknya, pemerintah tidak bisa membiarkan warga India merasa didiskriminasi oleh warga Taiwan. Oleh karena itu, sangat penting bagi Kementerian Luar Negeri untuk berkomunikasi dengan India mengenai masalah ini, kata mereka.
Taiwan berupaya untuk mempekerjakan lebih banyak pekerja India untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di industri manufaktur, konstruksi, pertanian, dan perikanan









