2022-11-05

Pekerja Migran Terpapar AIDS, Majikan Tidak Boleh Memutus Kontrak dan Memulangkan

Indosuara - HIV AIDS bisa mengancam siapa saja. Tentu kita harus waspada pada penyebarannya, tetapi jangan sampai penyakit ini menjadi stigma bagi pengidapnya.

Oleh karena itu, layanan aduan 1955 mengingatkan bahwa pengidap virus HIV AIDS masih mendapatkan hak yang sama untuk bekerja di Taiwan.

Melalui surat edaran yang diunggah di laman Facebook, 1955 memaparkan bahwa Taiwan sudah sejak lama menganulir virus HIV sebagai salah satu kategori pemeriksaan kesehatan bagi orang asing.

Ini merujuk pada peraturan yang ada. Oleh karena itu, majikan dan agensi tidak boleh meminta pekerja migran melakukan pemeriksaan.

"Atau memberikan hasil pemeriksaan virus HIV (tidak ada kewajiban," demikian edaran tersebut ditulis.

Dengan begitu, jika pekerja migran terinfeksi virus HIV di Taiwan, maka hak pekerja tidak boleh ada yang dicederai. Majikan tidak boleh memulangkan tenaga kerja yang mengidap HIV, atau memutus kontrak kerja dengan alasa pekerja migran terpapar penyakit ini.

"Hak untuk bekerja tetap terjamin," demikian tulis surat itu lagi.

Apalagi, kini pengobatan medis sudah sangat maju. Menurut 1955, virus ini sudah dapat dikendalikan dan dicegah penularannya secara efektif.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau jika ada dugaan diri pekerja berisiko tinggi terpapar HIV, baik melalui perilaku seksual tidak aman atau menggunakan bantal bersama, dan lainnya, maka dapat menghubungi nomor layanan aduan 1955.

Nantinya aduan ini akan dialihkan pada otoritas terkait dan mengikuti petunjuk ke rumah sakit AIDS untuk rujukan melakukan perawatan.

Ayuk belanja kebutuhan sehari-hari Anda di Indosuara!

Lihat Lebih Banyak

250NT

STYLE

180NT

STYLE

99NT

STYLE

150NT

STYLE

Berita Terbaru Lainnya

KDEI Resmikan pembayaran paspor lewat seluruh Mini Market di Taiwan

Foto-foto dokumentasi Indosuara dan CNA. Dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari perusahaan, organisasi kemasyarakatan, serta diaspora Indonesia di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei meresmikan Sistem Pembayaran Digital Paspor KDEI melalui pembayaran paspor dari minimarket di ...

PMI Taipei Dobel Job, Jaga Ama dan Kerja Jadi Petani

Sumber Foto diambil dari CNA. Lia (nama samaran datang ke Taiwan sejak bulan Juni 2025 dengan kontrak kerja sebagai perawat orang tua. Namun, selama 7 bulan bekerja, selain menjaga nenek, ia juga dipekerjakan di kebun. Seperti yang dilansir dari CNA, Lia mengatakan, ia bekerja di Muzha, Taipei. ...

MOL Ungkap Hambatan Bahasa Jadi Tantangan Utama Majikan dan PMA

Foto diambil dari CNA. Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL) melalukan survei tentang pekerja migran pada tahun 2025, yang menunjukkan kenaikan gaji baik untuk pekerja maupun perawat, namun hambatan bahasa tetap menjadi tantangan utama yang dihadapi para pemberi kerja atau majikan. Seperti yang di...