·...

Pekerja Migran Kaburan Peluk Kekasihnya Saat Ditangkap Polisi

·2 min baca·Redaksi Indosuara
Pekerja Migran Kaburan Peluk Kekasihnya Saat Ditangkap Polisi

Foto diambil dari Imigrasi NIA Kabupaten Changhua.

Imigrasi Kabupaten Changhua NIA dalam sebuah siaran pers hari Senin (7/4) mengatakan bahwa baru-baru ini mereka menerima laporan adanya sekelompok warga asing yang mengemas rokok ilegal di sebuah rumah di Desa Puxin.

Seperti yang dilansir dari CNA, seorang perempuan pekerja migran kaburan memeluk kekasihnya, seorang pria warga Taiwan, dan menolak berpisah darinya, ketika mereka digerebek terkait aksi pengemasan rokok ilegal di sebuah rumah di Kabupaten Changhua, kata Badan Imigrasi (NIA).
Setelah dilakukan penyelidikan, NIA bekerja sama dengan beberapa instansi untuk melakukan penggerebekan, dan menemukan bahwa ruang tamu rumah itu dipenuhi rokok dan kotak kemasan.

Lima orang, termasuk seorang perempuan pekerja migran ilegal asal Vietnam yang diidentifikasi dengan nama A Fen (阿芬), serta warga asing yang melebihi masa tinggal visa turis, memproduksi rokok berkualitas rendah dalam jumlah besar tanpa pemeriksaan pemerintah, kata imigrasi Changhua.
Barang bukti yang ditemukan termasuk lebih dari 5.000 bungkus rokok, lebih dari 3.000 bungkus rokok lintingan, dan lebih dari 11.700 bungkus rokok lintingan curah, yang dikemas menjadi tiga merek berbeda untuk dijual, imigrasi tersebut menyampaikan.

Selain itu, kata imigrasi Changhua, di dalam rumah juga ditemukan satu mesin pengemas, empat mesin penyegel plastik, tujuh belas pemanas, sembilan papan perekat, serta banyak bahan pengemasan, hingga hampir tidak ada ruang untuk berjalan.

Imigrasi tersebut memperkirakan nilai pasar rokok ilegal dan peralatan itu melebihi NT$2 juta (Rp1,027 miliar).
Imigrasi Changhua menyatakan bahwa para warga asing yang melebihi izin tinggal telah dibawa untuk diselidiki dan ditahan, sementara pemberi kerja ilegal juga telah dipanggil untuk memberikan keterangan.

Setelah penyidikan selesai, kasus akan dikirim ke instansi berwenang atas dugaan pelanggaran UU Layanan Ketenagakerjaan, sementara barang bukti terkait disita Pemerintah Kabupaten Changhua dan akan ditindak berdasarkan UU Administrasi Rokok dan Alkohol, kata imigrasi Changhua.
A Fen, yang fasih berbahasa Mandarin, menangis tersedu-sedu saat melihat petugas imigrasi karena tahu dirinya akan dideportasi, dan ia memeluk kekasihnya, pria Taiwan bermarga Chen (陳), dengan erat, kata imigrasi tersebut.

Chen mengatakan ia akan pergi ke Vietnam untuk menemui A Fen dan tidak akan berpaling hati. Setelah itu, emosi A Fen pun mulai mereda, kata imigrasi Changhua.

Imigrasi tersebut mengatakan Chen bertugas mengatur dan membagi pekerjaan di lokasi, sementara A Fen juga menjadi penerjemah untuk para pekerja asal Vietnam lainnya, dan karena sering berinteraksi, keduanya menjadi pasangan.

Kepala Imigrasi Kabupaten Changhua, Chang Yu-lung (張玉龍), mengatakan bahwa sesuai dengan UU Layanan Ketenagakerjaan, pekerja migran hanya boleh melakukan pekerjaan atau kegiatan yang telah disetujui Kementerian Ketenagakerjaan di lokasi yang telah ditentukan.

Semua aktivitas di luar itu adalah ilegal dan dapat dikenai denda serta berpotensi pembatalan izin kerja dan perintah deportasi, kata Chang, sehingga ia mengingatkan para pekerja migran agar tidak mengambil risiko.

DISKUSI

Apa Pendapatmu?

Tinggalkan komentar — tidak perlu daftar akun apapun.



💬 Komentar ditinjau sebelum ditampilkan

Baca Juga

Pekerja Migran Kaburan Peluk Kekasihnya Saat Ditangkap Polisi — Indosuara