2024-08-20

Kepala KDEI Sambut Ajakan PMI untuk Berwirausaha Ekspor Produk ke Taiwan

Foto diambil dari CNA.

Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Taiwan dalam beberapa tahun terakhir telah mempromosikan "Program Mempekerjakan Tenaga Kerja Migran Terampil Jangka Panjang" yang memungkinkan Pekerja Migran Asing (PMA) untuk beralih menjadi Pekerja Terampil Tingkat Menengah (PTTM). Hal ini memberikan solusi terhadap hambatan batasan durasi kerja sehingga PMA dapat tetap bekerja di Taiwan.

Dalam wawancara CNA bersama Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Iqbal Shoffan Shofwan, yang bertepatan pada hari Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8), Iqbal mengatakan bahwa program tersebut adalah salah satu bentuk fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah Taiwan. Bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang setidaknya telah bekerja 6 tahun, dapat mengajukan PTTM.

“Untuk Indonesia itu sendiri, PTTM banyak berasal dari pekerja sektor manufaktur dan konstruksi. Pemerintah Indonesia memandang hal ini sangat bermanfaat bagi PMI. Mereka bisa bekerja selama 6 tahun, 12 tahun, atau lebih untuk terus bekerja di Taiwan. Bahkan Pemerintah Taiwan juga menawarkan fasilitas APRC (izin tinggal permanen),” ujar Iqbal kepada CNA saat diwawancarai di Kantor KDEI.

Namun, Iqbal mengembalikan tawaran tersebut kepada para PMI itu sendiri, untuk memanfaatkan fasilitas tersebut atau tidak.

Ketika ditanya mengenai ide kolaborasi antara KDEI dengan purna PMI yang sudah ada di Indonesia di bidang perdagangan, Iqbal menyepakati hal tersebut.

“KDEI menyambut positif terhadap wacana tersebut, justru ini merupakan keuntungan bagi purna PMI karena bagi mereka, yang sudah pernah bekerja di Taiwan, mereka lah yang mengetahui pangsa pasar dan budaya masyarakat setempat. Dengan keunggulan tersebut, kami harapkan purna PMI Taiwan yang ada di Indonesia dapat membuat produk-produk menarik yang bisa diterima masyarakat Taiwan,“ kata Iqbal yang telah menjabat sebagai Kepala KDEI sejak 13 Desember 2022.

Kepala KDEI juga mengajak PMI, tak hanya sekedar membuka Usaha Kecil Menengah (UKM) saja, melainkan juga mempersiapkan produk-produk yang bisa bersaing seperti yang memiliki kemasan bagus, dengan harga yang juga baik. Ia juga mengajak para purna PMI untuk menghubungi KDEI setelah mereka siap mengekspor produk-produknya.

“Silakan menghubungi kami di KDEI, sehingga kita bisa memberikan jalan untuk bertemu dengan distributor atau importir yang ada di Taiwan. Silakan, kami sangat welcome (menyambut) terkait hal ini. Salah satu tujuan utama KDEI ialah bagaimana caranya agar produk-produk Indonesia itu bisa membanjiri Taiwan,” ungkapnya.

Ayuk belanja kebutuhan sehari-hari Anda di Indosuara!

Lihat Lebih Banyak

350NT

SKIN CARE 保養品

350NT

SKIN CARE 保養品

130NT

MAKE UP KOSMETIK 化妝品

210NT

PARFUM 香水

Berita Terbaru Lainnya

KDEI Resmikan pembayaran paspor lewat seluruh Mini Market di Taiwan

Foto-foto dokumentasi Indosuara dan CNA. Dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari perusahaan, organisasi kemasyarakatan, serta diaspora Indonesia di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei meresmikan Sistem Pembayaran Digital Paspor KDEI melalui pembayaran paspor dari minimarket di ...

PMI Taipei Dobel Job, Jaga Ama dan Kerja Jadi Petani

Sumber Foto diambil dari CNA. Lia (nama samaran datang ke Taiwan sejak bulan Juni 2025 dengan kontrak kerja sebagai perawat orang tua. Namun, selama 7 bulan bekerja, selain menjaga nenek, ia juga dipekerjakan di kebun. Seperti yang dilansir dari CNA, Lia mengatakan, ia bekerja di Muzha, Taipei. ...

MOL Ungkap Hambatan Bahasa Jadi Tantangan Utama Majikan dan PMA

Foto diambil dari CNA. Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL) melalukan survei tentang pekerja migran pada tahun 2025, yang menunjukkan kenaikan gaji baik untuk pekerja maupun perawat, namun hambatan bahasa tetap menjadi tantangan utama yang dihadapi para pemberi kerja atau majikan. Seperti yang di...