Layanan aduan 1955 tidak lelah mengingatkan kepada para pekerja migran yang ada di Taiwan untuk senantiasa berhati-hati pada ancaman penipuan. Salah satu modus penipuan yang sering ditemukan belakangan adalah pesanan palsu. Apa sih pesanan palsu itu?
Menurut informasi yang disampaikan layanan aduan 1955 melalui akun LINE-nya, pesanan palsu itu adalah barang yang tidak jelas asalnya. Dalam artian, kita tidak berbelanja tetapi menerima pemberitahuan pengambilan barang.
"Kemungkinan besar adalah penipuan," demikian kata layanan aduan 1955.
Bagaimana cara menanggulangi hal ini? Layanan aduan 1955 calon korban mesti teliti. Caranya adalah dengan tahu betul barang apa yang dibeli dan tidak dibeli.
"Konfirmasikan kembali catatan pembelian. Jika tidak ada catatan pembelian bersangkutan maka jangan membayar dan mengambil barang tersebut," demikian kata layanan aduan 1955.
Lalu bagaimana jika sudah terlanjur diambil? Karena setiap toko waralaba memiliki saluran proses pengembalian barang yang sesuai, maka mintalah bantuan orang yang dikenal untuk melakukan pengembalian.
"Maka mintalah bantuan majikan untuk memberitahukan toko wara laba untuk memproses pengembalian pembayaran," ucap dia.
Untuk semakin terhindar dan waspada dengan ancaman penipuan, hendaknya PMA di Taiwan tidak memberikan identitas dengan mudah. Harus diperhatikan dengan seksama, apakah orang yang meminta informasimu memang berwenang? Apakah perusahaan yang memintanya memang benar membutuhkannya? Beberapa website atau formulir online juga terkadang meminta identitasmu, pastikan agar website atau formulis online terkait acara atau kegiatan tersebut benar adanya.
Selain itu, jangan mudah membuka situs atau website yang tidak jelas. Dan tentunya, selalu waspada dengan akun palsu. Kejadian terbanyak di mana WNI di Taiwan sering kali menjadi korban penipuan adalah karena banyak akun palsu yang meniru berbagai akun asli untuk menipu para korbannya; entah agar memberikan uang ataupun memberi identitas.









