Foto dokumentasi CNA.
Sebuah gunung lumpur meletus tanpa peringatan di dekat sebuah kuil di Kabupaten Pingtung pada Senin pagi 6 Juli, menyemburkan lumpur setinggi lebih dari 1 meter ke udara dari dua lubang.
Letusan tersebut, yang kedua tahun ini, terjadi sekitar pukul 8 pagi di dekat kuil Huang Yuan di Desa Wannei, dengan lumpur menyembur dari dua lubang yang berjarak sekitar 50 meter, menurut kepala desa Chen Yu-yi (陳玉意).
Seperti yang dilansir dari CNA, Focus Taiwan, beberapa lahan pertanian di dekatnya tertutup lumpur, tetapi tidak ada kerusakan tanaman, karena ladang-ladang tersebut saat ini sedang dibiarkan kosong, kata Chen kepada CNA.
Sebuah ekskavator digunakan untuk mengalihkan aliran lumpur dan mencegahnya menyebar lebih jauh ke lahan pertanian, kata Chen.
Menurut pemerintah Kabupaten Pingtung, letusan gunung lumpur adalah fenomena geologi langka yang terjadi ketika gas bertekanan tinggi di bawah tanah seperti metana mendorong air tanah melalui batuan lumpur yang terlarut, memaksa lumpur ke permukaan melalui retakan.
Gunung berapi lumpur tersebut dapat berukuran mulai dari beberapa meter hingga beberapa kilometer, dengan letusan mencapai ketinggian beberapa ratus meter, menurut pemerintah daerah.
Sejak tahun 1988, gunung berapi lumpur di Desa Wannei telah meletus setidaknya sekali setahun, menurut catatan pemerintah daerah.





