2025-02-10

Festival Kembang Api Sarang Lebah di Tainan untuk Mengakhiri Nasib Buruk

Foto diambil dari Pemerintah Kota Tainan.

Pada festival yang biasanya diadakan pada hari ke-14 dan ke-15 bulan pertama kalender candra Tionghoa, ketika palanquin kuil bergerak, penonton mungkin akan terkena "Kembang api sarang lebah" yang diyakini dapat "Mengakhiri nasib buruk, mengatasi kesulitan dan membawa keberuntungan untuk tahun yang akan datang," menurut Biro Pariwisata dan Perjalanan kota Taiwan selatan.

Sebuah acara kembang api tahunan selama dua hari dengan sejarah lebih dari 100 tahun akan dimulai pada Selasa mendatang (11/2) di Distrik Yanshui, Tainan, dengan ribuan turis asing dan domestik diperkirakan menghadiri tampilan religius khas yang diselenggarakan oleh Kuil Wu Yanshui, juga dikenal sebagai Kuil Bela Diri Yanshui.

"Ke mana pun kursi dewa berkeliling, penduduk kota akan menyambutnya dengan segala jenis kembang api yang melesat ke langit dengan suara gemuruh yang keras, datang dengan asap kabut yang indah [sic] dan menerangi langit malam dalam mode pesta yang megah," menurut Direktorat Jenderal Pariwisata Taiwan.

Seperti yang dilansir dari CNA, asal-usul festival ini dapat ditelusuri kembali ke akhir abad ke-19, kata situs web pariwisata resmi tersebut, ketika penduduk setempat yang terkena wabah berdoa kepada Guandi, Dewa Perang, yang memerintahkan mereka untuk membawa patungnya di belakang prosesi dan menyalakan kembang api di setiap jalan dan lorong hingga fajar.

Setelah itu, "Area Yanshui menjadi aman dan orang-orang setempat memutuskan untuk menjadikan parade kembang api sebagai adat tahunan" untuk mengenang berkat Guandi, situs web tersebut menjelaskan.

Berbicara di acara promosi di luar Kuil Wu Yanshui pada 4 Februari, Wali Kota Tainan Huang Wei-che (黃偉哲) mengatakan ia berharap perayaan tahun ini akan membantu menangkal "Kejahatan dan penyakit."

"Flu telah menyebar luas baru-baru ini," kata Huang kepada wartawan. "Selain mengingatkan semua orang untuk divaksinasi dan memperhatikan kesehatan mereka sendiri, kami juga berharap bahwa dengan berdoa kepada Guandi untuk perlindungan hari ini, kami dapat menangkal bencana dan melindungi rakyat Tainan."

Huang mengatakan bahwa prosesi kuil tahun ini akan dimulai pada pagi hari tanggal 11 Februari, sementara tampilan kembang api utama akan berlangsung pada malam hari tanggal 12 Februari di Tainan Municipal Yanshuei Junior High School.

Sementara itu, Biro Pemadam Kebakaran Tainan pada 4 Februari mengatakan bahwa mereka yang akan turut serta Festival Kembang Api Sarang Lebah Yanshui harus mengenakan pakaian pelindung dan tahan api yang menutupi seluruh tubuh dan wajah untuk menghindari potensi cedera yang disebabkan oleh kembang api.

Pakaian harus mencakup masker bedah, helm yang menutupi seluruh wajah, syal tebal, sarung tangan katun tebal, jaket dan celana katun atau jins tebal, dan sepatu berbantalan tebal, kata pemadam kebakaran tersebut.

Orang-orang yang tidak mengenakan pakaian seperti yang disarankan tidak akan diizinkan masuk ke area peluncuran kembang api, kata biro pemadam kebakaran.

Berita Terbaru Lainnya

KDEI Resmikan pembayaran paspor lewat seluruh Mini Market di Taiwan

Foto-foto dokumentasi Indosuara dan CNA. Dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari perusahaan, organisasi kemasyarakatan, serta diaspora Indonesia di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei meresmikan Sistem Pembayaran Digital Paspor KDEI melalui pembayaran paspor dari minimarket di ...

PMI Taipei Dobel Job, Jaga Ama dan Kerja Jadi Petani

Sumber Foto diambil dari CNA. Lia (nama samaran datang ke Taiwan sejak bulan Juni 2025 dengan kontrak kerja sebagai perawat orang tua. Namun, selama 7 bulan bekerja, selain menjaga nenek, ia juga dipekerjakan di kebun. Seperti yang dilansir dari CNA, Lia mengatakan, ia bekerja di Muzha, Taipei. ...

MOL Ungkap Hambatan Bahasa Jadi Tantangan Utama Majikan dan PMA

Foto diambil dari CNA. Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL) melalukan survei tentang pekerja migran pada tahun 2025, yang menunjukkan kenaikan gaji baik untuk pekerja maupun perawat, namun hambatan bahasa tetap menjadi tantangan utama yang dihadapi para pemberi kerja atau majikan. Seperti yang di...