🚧 Website sedang dalam pengembangan
Hubungi CS kami di LINE:@indosuara@rktaiwan@indopos@pay88tw
·...

Cegah HIV, Begini Saran 1955 Untuk PMA

·2 min baca·Redaksi Indosuara
Cegah HIV, Begini Saran 1955 Untuk PMA

Layanan Aduan 1955 mengeluarkan edaran tentang pencegahan infeksi HIV dan mendorong pemeriksaan rutin HIV bagi Pekerja Asing di Taiwan. Hal ini menyusul adanya seorang PMA berusia 50 tahun yang mengalami koma dan diketahui menyandang HIV.

Menurut layanan aduan 1955, mulanya PMA ini berobat ke dokter karena merasakan kondisi fisik yang tidak nyaman dan demam. Kemudian, kondisinya memburuk hingga mengalami koma. Ia kemudia dirawat di unit perawatan intensif setelah dikonfirmasi HIV.

"Keluarga dia sangat khawatir, namun tidak dapat menemani dan merawat di sisi dia karena terlalu jauh," demikian kata 1955.

Agar kejadian serupa tidak terulang, layanan aduan 1955 menyarankan agar PMA melakukan pemeriksaan HIV di negara asal sebelum datang ke Taiwan. Ini perlu agar mengetahui kondisi kesehatan masing-masing. Bila kemudian terkonfirmasi HIV, sebaiknya tidak memaksakan untuk berangkat dan melakukan pengobatan terlebih dahulu hingga kondisinya stabil dan terkendali.

"Orang asing yang terinfeksi HIV harus membayar biaya pengobatan dan perawatan medis di Taiwan sendiri sekitar 200 ribu NTD per tahun. Bagi yang telah memiliki Asuransi Kesehatan Taiwan (NHI), biaya perawatan setelah dua tahun menggunakan obat di Taiwan akan ditangani sesuai dengan peraturan pembayaran dari jaminan NHI Taiwan," begitu kata 1955.

Ada pun yang harus dilakukan untuk mencegah HIV adalah memastikan perilaku seksual yang aman dan anjuran frekuensi pemeriksaan terutama bagi yang pernah melakukan hubungan seksual minimal 1 kali memeriksakan diri, dan bagi yang berperilaku seksual tidak aman minimal satu tahun satu kali.

"Bila ada perilaku berisiko tinggi seperti menggunakan jarum suntik yang sama dengan orang lain, berganti-ganti pasangan seksual, menggunakan obat narkotika, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tiga sampai enam bulan sekali," demikian kata 1955.

Jika didiagnosis ketika sudah bekerja di Taiwan, PMA tetap dapat bekerja di Taiwan. Majikan tidak boleh memulangkan atau mengakhiri kontrak kerja dengan alasan pekerja terinfeksi HIV.

Namun disarankan juga agar pasien yang terinfeksi melakukan pengobatan secara aktif untuk menstabilkan dan mengendalikan penyakit," ucap 1955.

DISKUSI

Apa Pendapatmu?

Tinggalkan komentar — tidak perlu daftar akun apapun.



💬 Komentar ditinjau sebelum ditampilkan

Baca Juga

Cegah HIV, Begini Saran 1955 Untuk PMA — Indosuara