Band punk Southern Riot, yang dibentuk oleh para pekerja migran Indonesia di Pingtung, Taiwan akan tampil di salah satu festival musik internasional Taiwan, Migrants in Kaohsiung Music Festival (M.I.K Style). Acara yang digelar oleh Kaohsiung Music Center ini akan diselenggarakan pada tanggal 17 Desember 2022 nanti di Kaohsiung Music Center, Sea Breeze Plaza, Kaohsiung, Taiwan.
Sebagai informasi, acara tersebut akan dimulai sejak pukul 14.00 hingga 21.30. Untuk datang ke acara ini penonton tidak dipungut biaya.
Southern Riot sendiri dibentuk oleh empat pekerja migran Indonesia yang bekerja di wilayah selatan Taiwan. Penampilan pertama mereka adalah pada aksi solidaritas pekerja migran di Taipei, Taiwan, 2021 lalu. Southern Riot aktif membawakan lagu gubahan sendiri. Banyak lagu mereka menceritakan pengalamannya sebagai pekerja migran di Taiwan.
Sementara M.I.K Style, sesuai namanya adalah festival musik yang fokus pada pertukaran budaya migran di Taiwan. Oleh karena itu, acara ini menghadirkan penampil-penampil yang mewakili negara migran baru di Taiwan seperti Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Filipina.
Pada perhelatan perdana ini, ada dua band dari Indonesia yang tampil. Selain Southern Riot sebagai perwakilan dari migran Indonesia di Taiwan ada juga artis terkenal Soegi Bornean dari Semarang. Trio pop akustik ini dikabarkan akan tiba di Taiwan sejak tanggal 16 Desember 2022.
Untuk kamu yang belum mengenal Soegi Bornean, Grup ini terbentuk pada April 2019, beranggotakan Fanny Soegiharto (vokal), Aditya Ilyas (gitar), dan Bagas Prasetyo (gitar). Nama mereka melejit sejak singlenya "Asmalibrasi" banyak diputar di sejumlah media pemutar musik di Indonesia tahun ini. Sangking populernya lagu bernuansa balada ini menempati posisi kedua di Spotify Weekly Top Songs Indonesia pada tanggal 7 Oktober 2022. Nama Soegi diambil dalam kata bahasa Jawa yakni 'sugih' yang berarti kaya. Sementara itu, Bornean berarti Kalimantan, yang merupakan kampung halaman sang vokalis, Fanny Soegiharto.
Selain dua band tersebut, ada juga sejumlah penampil lain seperti LENA dari Vietnam, Retrospect dari Thailand, dan Talahib People's Music dari Filipina. Nama terakhir, sempat tampil di dua panggung festival Taiwan pada Oktober 2022 lalu yakni World Music Festival di Taipei dan Pasiwali Festival kelima di Taitung.
Sementara dari Taiwan, akan ada band rock Taiwan Wild Thing 野東西 dan solois kenamaan ABAO. ABAO populer sebagai penyanyi yang sering mengusung tema tentang masyarakat adat Taiwan. Ia juga dikenal lewat sejumlah prestasinya di bidang musik seperti penghargaan yang ia raih pada Golden Melody Awards, sebuah ajang penghargaan musik bergengsi di Taiwan, ke-31 pada 2020 lalu.
Untuk meramaikan acara ini, M.I.K tidak diselenggarakan sebagai acara musik belaka. MIK akan menjadi sebuah festival komplet yang menghadirkan keragaman Asia Tenggara di Taiwan. Maka dari itu akan ada sejumlah tenda yang menjajakkan beragam produk Asia Tenggara. Seperti di antaranya makanan, aksesoris, pakaian, kerajinan tangan, dan lain-lain. Jadi, dengan datang ke MIK, penonton akan disuguhkan banyak pengalaman yang akan menambah pengetahuan mereka tentang negara asal para migran baru.









