2024-10-17

Awas, Penipuan Penukaran Uang Ilegal di LINE

Foto ilustrasi diambil dari CNA.

Sejumlah akun gelap yang menawarkan penukaran mata uang Taiwan, New Taiwan Dollar, ke mata uang Indonesia, Rupiah, atau sebaliknya, marak terjadi di beberapa grup LINE Warga Negara Indonesia (WNI) di Taiwan.

Menurut pengamatan CNA, akun-akun gelap tersebut biasanya masuk begitu saja ke grup percakapan WNI yang ada di aplikasi LINE kemudian menawarkan penukaran uang dalam jumlah tertentu baik dalam kurs Taiwan atau pun Indonesia.

Dalam beberapa hari, akun-akun tersebut biasanya akan hilang begitu saja meninggalkan grup.

Beberapa grup yang dilaporkan telah disusupi oleh akun-akun gelap ini antara lain adalah grup pelajar Indonesia di Hsinchu, grup penghobi musik yang terdiri dari warga negara Indonesia di Taiwan, serta grup pelajar Indonesia yang sedang menempuh studi bahasa Mandarin di Taiwan.

Untuk mencegah adanya korban, sejumlah akun telah mengambil langkah tegas.

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hsinchu, misalnya, meminta semua anggota dalam grup percakapan untuk tidak mempercayai akun yang menawarkan layanan remitansi dan melaporkan kecurigaan penipuan kepada Penerangan Sosial Budaya Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia Taipei di nomor +886 901 132 000.

Sementara itu Persatuan Pelajar Indonesia di Taiwan (PERPITA) melarang adanya transaksi penukaran Rupiah-NTD di dalam grup PERPITA yang beranggotakan hampir 500 orang.

“Bagi teman-teman yang menjual NTD di group PERPITA, terpaksa kami akan keluarkan dari grup. Diharap kerjasamanya untuk mengurangi kasus penipuan penukaran uang Rupiah-NTD dan tetap berwaspada untuk mencegah terjadinya kasus penipuan lainnya,” kata ketua PERPITA, Cheryl Angelica.

Menurut Cheryl, PERPITA telah berdiskusi dengan beberapa pihak termasuk KDEI dan beberapa bank di Indonesia mengenai kasus seperti ini. Dari hasil diskusi ini disimpulkan cukup sulit untuk mengurus kasus seperti ini karena kurangnya detail info pelaku.

"Kasus ini juga dipandang oleh pihak berwajib sebagai kasus yang terjadi akibat kelalaian sendiri sehingga lebih baik mewaspadai risiko sejak awal," ujar Cheryl. Penipuan remitansi di grup LINE WNI di Taiwan bukan kali ini terjadi. Beberapa bulan lalu di grup LINE PPI Hsinchu pernah terjadi kejadian serupa. Mulanya si akun gelap mengklaim dirinya memiliki uang NT$80.000 yang siap diremit dengan kurs Rp489. Tawaran ini berhasil menjebak tiga mahasiswa Indonesia, yang masing-masing melakukan remitansi sekitar Rp5 juta.

Namun setelah korban mengirimkan uang ke rekening bank Indonesia yang ditentukan, akun tersebut justru menutup komunikasi dengan korban. Para korban mengaku lengah karena mengira akun yang menawarkan remitansi adalah sama-sama mahasiswa di Taiwan atau alumni.

Direktorat Jenderal Pengembangan Tenaga Kerja (WDA) sebelumnya meminta warga negara asing (WNA) yang ada di Taiwan untuk mengirim uang ke negara asal atau proses remitansi hanya melalui lembaga resmi untuk menghindari risiko penipuan dan tindakan kriminal.

Beberapa risiko yang mungkin terjadi, menurut 1955, di antaranya uang yang hendak dikirim bisa dibawa kabur.

Selain itu 1955 juga mengindikasi risiko pencurian dan perampasan. Nahasnya, jika kemudian pelaku pengiriman uang atau perampasan ini ditangkap, maka uang yang ada di tangan mereka akan disita oleh pihak berwenang Taiwan sebagai barang bukti, sehingga uang tersebut tidak akan kembali.

Lebih jauh lagi, menurut 1955, praktik ini juga secara tidak langsung bisa melibatkan pengguna ke jejaring pencucian uang sebagai kaki tangan.

Layanan aduan 1955 menyatakan beberapa saluran resmi pengiriman uang atau remitansi di antaranya adalah bank, pelaku usaha yang telah mendapatkan izin usaha penukaran dan pengiriman uang PMA dengan nominal kecil yang diterbitkan oleh komisi pengawas keuangan.

Selain itu, menurut layanan aduan 1955, perusahaan agensi legal juga dapat menangani layanan penukaran dan pengiriman uang pekerja migran.

Ayuk belanja kebutuhan sehari-hari Anda di Indosuara!

Lihat Lebih Banyak

8300NT

3CHANDPHONE

5200NT

3CHANDPHONE

4300NT

3CHANDPHONE

8500NT

3CHANDPHONE

Berita Terbaru Lainnya

KDEI Resmikan pembayaran paspor lewat seluruh Mini Market di Taiwan

Foto-foto dokumentasi Indosuara dan CNA. Dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari perusahaan, organisasi kemasyarakatan, serta diaspora Indonesia di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei meresmikan Sistem Pembayaran Digital Paspor KDEI melalui pembayaran paspor dari minimarket di ...

PMI Taipei Dobel Job, Jaga Ama dan Kerja Jadi Petani

Sumber Foto diambil dari CNA. Lia (nama samaran datang ke Taiwan sejak bulan Juni 2025 dengan kontrak kerja sebagai perawat orang tua. Namun, selama 7 bulan bekerja, selain menjaga nenek, ia juga dipekerjakan di kebun. Seperti yang dilansir dari CNA, Lia mengatakan, ia bekerja di Muzha, Taipei. ...

MOL Ungkap Hambatan Bahasa Jadi Tantangan Utama Majikan dan PMA

Foto diambil dari CNA. Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL) melalukan survei tentang pekerja migran pada tahun 2025, yang menunjukkan kenaikan gaji baik untuk pekerja maupun perawat, namun hambatan bahasa tetap menjadi tantangan utama yang dihadapi para pemberi kerja atau majikan. Seperti yang di...