Foto diambil dari Korps Layanan Udara Nasional.
Seorang anak buah kapal (ABK) migran Indonesia di kapal perikanan Taiwan mengalami kecelakaan kerja terluka akibat alat penangkap ikan saat bekerja di perairan Kabupaten Yilan pada Selasa 21 April. ABK tersebut sempat dievakuasi menggunakan helicopter.
Seperti yang dilansir dari CNA, Fokus Taiwan Indonesia, sebuah kapal perikanan yang berbasis di Kelurahan Su'ao pada Selasa sore melaporkan seorang pria ABK asal Indonesia tidak sengaja terluka akibat terkena alat penangkapan ikan saat bekerja di perairan timur laut Yilan, dan dinyatakan membutuhkan evakuasi medis darurat setelah penilaian medis jarak jauh oleh dokter.
Hualien Korps Layanan Udara Nasional (NASC) hari Rabu menyatakan bahwa setelah menerima laporan, kapal patroli Direktorat Jenderal Penjaga Pantai (CGA) yang berbobot 2.000 ton "New Taipei" terlebih dahulu dikerahkan.
Pada sekitar pukul 23.00, Helikopter Black Hawk bernomor NA-713 milik NASC dikerahkan ke perairan 85 mil laut timur laut Hualien di wilayah laut antara Taiwan dan Kepulauan Okinawa untuk melakukan evakuasi.Petugas CGA kemudian keluar dari kabin untuk melaksanakan operasi pengangkatan dengan tandu ke helikopter.
Helikopter mendarat di Bandara Hualien pada pukul 00.44 hari Rabu, dan ABK tersebut diserahkan kepada petugas kepolisian dan pemadam kebakaran, lalu segera dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan.








