Foto diambil dari : Taiwan News
Nelayan migran Taiwan meminta agar Taiwan menjamin akses Wi-fi saat berada di laut, sesuatu yang menurut para juru kampanye akan menjadi bagian penting untuk memperbaiki kondisi kerja keras yang mereka hadapi.
Nelayan migran berkumpul di Pasar Ikan Taipei pada Senin (20 Februari) untuk meminta pemerintah memastikan ada Wi-fi terenkripsi di setiap kapal Taiwan.
Protes tersebut menandai peluncuran "Wi-fi Now for Fishers Rights at Sea Campaign," sebuah platform advokasi untuk nelayan migran yang mengatakan bahwa Wi-fi sangat penting untuk melindungi kebebasan berserikat pekerja di kapal dan mencegah eksploitasi tenaga kerja.
Penelitian yang dilakukan pada 15 kapal penangkap ikan migran Taiwan pada tahun 2022 menunjukkan hanya 11 kapal yang memiliki akses Wi-fi, meskipun paling banter, awak kapal hanya memiliki akses selama tiga jam setiap hari. Setelah itu, kapal lain hanya memberikan akses pada beberapa hari dengan waktu terbatas, sesingkat 15 menit.
“Nelayan yang sering menghabiskan waktu berbulan-bulan di laut harus bisa berkomunikasi dengan keluarga, serikat pekerja, advokat, penyedia layanan kesehatan dan lainnya, agen perekrutan, dan pejabat negara,” kata Pastor Yance, Direktur Stella Maris Seafarers Center, Jesuit advokasi kelompok untuk buruh migran yang berbasis di Kaohsiung.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Hak Asasi Manusia Taiwan (TAHR) Yi-Hsiang Shih (施逸翔) mengatakan bahwa kurangnya Wi-fi para nelayan bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi Taiwan yang sering disebut-sebut.
Nelayan Indonesia Andris Nabeleng mengatakan, bagi orang-orang seperti dia, majikan yang tidak membayar upah adalah masalah biasa. “Komunikasi Wi-Fi dapat menjamin kami dibayar dan kami dapat berkomunikasi dengan serikat kami jika ada masalah,” katanya.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada November 2022, Badan Perikanan Departemen Pertanian mengatakan akan memberikan subsidi sebesar NT$3 juta (US$99.000) untuk pembelian peralatan dan pembayaran bulanan sebesar NT$8000 untuk biaya berlangganan, per kapal. Dikatakan bahwa mereka berharap layanan Wi-fi disubsidi ke 110 kapal dalam empat tahun ke depan.









