Setelah Minum Langsung Buang Air Kecil ? Dokter : “ Paru - Paru Bermasalah” !

25 Maret 2022

Air merupakan salah satu sumber kehidupan manusia. Air adalah komponen penting yang membentuk sekitar 50 sampai 70 persen berat badan tubuh. Tubuh manusia sangat bergantung dengan air agar setiap organ bisa berfungsi dengan normal. Praktisi pengobatan Tiongkok Kang Hanjing mengatakan bahwa pengobatan Tiongkok mengatur konstitusi dan menekankan keseimbangan udara, darah, dan air. Metabolisme air dalam tubuh manusia memainkan peran yang sangat penting dalam sirkulasi sistemik. Dari perspektif pengobatan Tiongkok, organ paru-paru, limpa dan ginjal terlibat dalam metabolisme air. Namun sepenting-pentingnya air ternyata masih ada bahayanya loh ! Berikut bahaya minum air terlalu banyak :

D45DBCF9-0045-40DB-89D1-7939834D180C.jpeg
Photo : Alodokter

1. Setelah Minum Langsung Buang Air Kecil ? Dokter Tiongkok Mengatakan “paru-paru bermasalah”

D47DE719-9A29-4FFD-992E-FFF7CA40E9EC.jpeg
Photo : Hello sehat

Misalkan, beberapa orang akan segera buang air kecil setelah minum air, dan air seninya tidak berwarna dan tidak berbau, berarti air tersebut tidak dapat digunakan oleh tubuh dan langsung dikeluarkan, dan paru-paru akan menjadi lemah. Dalam pengobatan Barat dipercaya bahwa ini mungkin kekurangan hormon antidiuretik dalam tubuh.

2. Minum Terlalu Banyak Air Akan Menyebabkan Edema (penumpukan cairan dalam jaringan tubuh), Pusing, Eksim (gangguan kulit yang terlihat basah, berisi cairan, atau bernanah) dan Limpa Menjadi Lembab

A1CE8F59-0061-45A2-9CA1-9F98C19D4393.png
Photo : Halodoc

F2D1FCD2-1A93-45DC-B0A6-4636D262591B.jpeg
Photo : Kompas lifestyle

Ada beberapa orang yang tidak berani minum banyak air, dikarenakan takut akan adanya pembengkakan pada tubuh. Limpa dapat mengatur air dalam tubuh, sehingga air dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh tubuh, namun bila limpa lemah maka akan menyebabkan kelembaban, sehingga sirkulasi darah di dalam tubuh tidak lancar. Jika kamu sering merasa pusing, lelah, ingin tidur, anggota badan terasa berat dan lemas, nafsu makan tidak baik, mulut tidak ada rasa, atau kulit eksim atau gatal-gatal dan kelebihan air menumpuk di berbagai bagian tubuh, menyebabkan edema.

3. Filtrasi Ginjal Bermasalah

55DAFD53-FA30-4246-BDA1-939589F102CB.jpeg
Photo : Duniapendidikan

Beberapa orang memiliki masalah dengan fungsi penyaringan ginjal yang menyebabkan pengenceran darah sehingga ginjal tidak mampu menyaring zat-zat di dalam tubuh yang tidak terpakai dengan baik untuk menjaga keseimbangan natrium. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan, mual, hingga meningkatkan intensitas buang air kecil.

4. Meningkatkan Risiko Gangguan Jantung

50BA33DB-2FEA-4AF8-BFB6-C09935A4D0A6.jpeg
Photo : Kompas health

Salah satu efek negatif minum air putih berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan jantung. Jantung merupakan salah satu organ vital yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Dengan konsumsi air secara berlebihan, volume darah pun meningkat sehingga jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya tekanan yang tak perlu pada pembuluh darah dan jantung sehingga bisa menyebabkan gangguan jantung serius.

5. Pembengkakan sel tubuh

52DE7260-7F46-4AE1-BB23-A0E0499295BA.jpeg
Photo : klikdokter

Pembengkakan pada sel tubuh, asupan air yang terlalu banyak akan menyebabkan pengenceran darah sehingga kadar elektrolit di dalam darah lebih rendah dibandingkan kadar di dalam sel. Untuk mengembalikan keseimbangannya, air akan mengisi sel-sel tubuh sehingga menyebabkan adanya pembengkakan. Hal ini akan berujung pada masalah serius seperti kejang, mual, hingga meningkatnya risiko terkena hidrosefalus.

  • Hidrosefalus adalah kondisi saat terjadinya penumpukan cairan berlebihan di dalam otak.

6. Sakit kepala

0F0061BE-9338-4332-8A9A-D44E7FC846BA.jpeg
Photo : Detik health

Minum terlalu banyak air juga dapat menyebabkan seseorang sering sakit kepala secara tiba-tiba. Hal ini disebabkan karena rendahnya kadar sodium di dalam darah, sehingga sel membengkak. Kondisi ini merupakan dampak pembengkakan sel tubuh yang dapat membuat ukuran otak membesar hingga menyentuh otak sehingga menimbulkan sensasi berdenyut dan terasa nyeri.

7. Kram Otot

FC6EEF08-B817-449D-8B85-779F45B906BB.jpeg
Photo : Orami

Asupan cairan yang terlalu banyak akan berdampak pada larutnya kalium bersama air. Hal ini akan membuat kadar kalium di dalam tubuh berkurang sehingga menyebabkan iritasi, nyeri dada, hingga kram otot.

  • Kalium merupakan mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk meningkatkan sistem saraf dan mendukung metabolisme.

8. Iritasi Pada Perut

4EB2C84C-A7C1-4BFF-AE63-51889BE48161.jpeg
Photo : sehatQ

Asupan air yang terlalu banyak akan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit di dalam tubuh. Kadar elektrolit yang tak seimbang akan menyebabkan iritasi di perut yang merupakan gejala awal keracunan cairan.

  • Elektrolit adalah mineral bermuatan listrik yang terdapat di dalam sel, jaringan, dan cairan tubuh, termasuk darah, urine, dan keringat.

9. Buang Air Kecil Berlebihan

FED9AF04-3EE6-49FC-A01E-78C03A7A445C.jpeg
Photo : Alodokter

Efek negatif dari meminum air putih berlebihan juga akan membuat saluran kencing bekerja lebih keras sehingga berdampak pada meningkatnya frekuensi kita membuang air kecil. Selain membuat kita lebih sering buang air kecil, hal ini akan berdampak pada dehidrasi karena cairan tubuh yang terlalu banyak terbuang bersama urin.

Kelebihan meminum air biasa banyak dialami oleh olahragawan atau orang yang memiliki aktivitas tubuh yang banyak. Perlu diketahui bahwa ketika kelebihan cairan dalam tubuh sudah sangat parah atau kebanyakan minum air putih sudah mengganggu fungsi ginjal, seseorang bisa koma karena keseimbangan natrium di dalam tubuhnya terganggu.

Nah, kira-kira ideal dari minum air dalam sehari berapa ya ?

20675302-89C9-416E-8AA6-E234BDF43802.jpeg
Photo : Catatan Pringadi

Selama ini kita sering kali mendengar bahwa setiap orang disarankan untuk minum air putih sebanyak delapan gelas atau dua liter sehari. Namun, sebenarnya kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung tingkat aktivitas, iklim, berat badan, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan. Prinsipnya, setiap orang yang sehat perlu minum air putih dan cairan lain setiap kali merasa haus, atau warna urin mulai menguning. Dan perlu diketahui bahwa kita perlu menambah asupan cairan terutama saat olahraga atau banyak berkeringat, cuaca panas, sedang demam, diare, muntah, hamil, dan menyusui.

Kebutuhan cairan tidak hanya didapat dari air putih. Kita juga dapat mencukupinya dari asupan lain dengan buah dan sayur yang kaya air seperti semangka, melon, timun, jeruk, dll.  Hindari mengonsumsi terlalu banyak cairan dari teh, kopi, cokelat, soda, atau minuman manis karena bisa berdampak pada kesehatan.